Perbandingan DIPA Polres Kepulauan Seribu Tahun Anggaran 2025 dan 2026
Berdasarkan data dalam gambar, pagu anggaran dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran (T.A.) 2026 mengalami peningkatan dibandingkan dengan T.A. 2025. Total DIPA meningkat dari Rp46.261.436.000 pada 2025 menjadi Rp49.308.482.000 pada 2026 atau bertambah sebesar Rp3.047.046.000, setara 6,59 persen.
Dari sisi jenis belanja, peningkatan terbesar terdapat pada belanja pegawai. Anggaran belanja pegawai pada T.A. 2025 tercatat sebesar Rp28.827.529.000 dan meningkat menjadi Rp32.842.697.000 pada T.A. 2026. Dengan demikian, terjadi penambahan anggaran sebesar Rp4.015.168.000 atau 13,93 persen.
Sementara itu, belanja barang justru mengalami penurunan. Pada T.A. 2025, anggaran belanja barang mencapai Rp17.433.907.000, sedangkan pada T.A. 2026 menjadi Rp16.465.785.000. Penurunan tersebut sebesar Rp968.122.000 atau sekitar 5,55 persen.
Untuk belanja modal, tidak terdapat alokasi anggaran pada kedua tahun anggaran tersebut.
Jika dilihat berdasarkan sumber anggaran, komponen Rupiah Murni (RM) masih menjadi sumber utama pembiayaan. Anggaran RM meningkat dari Rp45.551.156.000 pada T.A. 2025 menjadi Rp48.588.952.000 pada T.A. 2026. Kenaikannya mencapai Rp3.037.796.000 atau 6,67 persen.
Selain Rupiah Murni, terdapat sumber anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang juga mengalami peningkatan. Anggaran PNBP bertambah dari Rp710.280.000 pada T.A. 2025 menjadi Rp719.530.000 pada T.A. 2026, atau meningkat Rp9.250.000 atau 1,30 persen.
Secara keseluruhan, peningkatan DIPA T.A. 2026 menunjukkan adanya penyesuaian alokasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kepolisian. Komposisi anggaran tersebut mencerminkan prioritas pembiayaan yang diarahkan pada kebutuhan belanja pegawai serta dukungan operasional melalui belanja barang, dengan sumber pembiayaan yang tetap didominasi oleh Rupiah Murni.
Perbandingan DIPA T.A. 2025 dan T.A. 2026 menunjukkan total anggaran meningkat sebesar Rp3,047 miliar atau 6,59 persen, dari Rp46,261 miliar menjadi Rp49,308 miliar. Peningkatan terutama berasal dari belanja pegawai yang bertambah Rp4,015 miliar atau 13,93 persen. Sementara belanja barang mengalami penurunan Rp968,122 juta atau 5,55 persen. Berdasarkan sumber anggaran, Rupiah Murni meningkat 6,67 persen menjadi Rp48,589 miliar, sedangkan PNBP meningkat 1,30 persen menjadi Rp719,530 juta.