Polreskepulauanseribu.com - Gerakan Muslim Jakarta menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Rasulullah Nabi Muhammad SAW dengan tema " Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW" di Lapangan Bola Pulau Kelapa, Rabu (12/04/2017)
Acara yang diprakarsai oleh Sdr. Buang Busyarif menghadirkan penceramah KH. Alfian Tanjung, Ust Abbas Thoha, Ust. Namrudin, Ust. Nashikul Haq dan Ust Saiful effendi, Seperti kegiatan Tablig Akbar pada umumnya yang diisi dengan pembacaan Kitab Suci Alqur’an, puji pujian (marawis), pengajian dan ceramah
Pengajian dimulai pada pukul 13.00 Wib diawali dengan pembukaan yang dilakukan oleh ketua panitia Buang Busyarif dan sambutan oleh tokoh agama setempat Ust. Wilin, dalam sambutanya ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia (GMJ) yang telah menggelar acara Tabligh Akbar serta menyampaikan beberapa ajakan dan himbauan kepada warga terkait Pilkada DKI 2017 Jakarta
Pengajian dilanjutkan dengan ceramah terkait Isra Mi'raj "Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW", disela sela-sela ceramahnya Ust. Alfian Tanjung, berkesempatan mengajak seluruh hadirin yang hadir untuk memilih dan dan memenangkan salah satu paslon tertentu pada pemungutan suara yang berlangsung pada tanggal 19 April 2017
Namun, belum beberapa saat ceramah berlangsung datang rombongan warga pendukung paslon tertentu berjumlah sekitar 30 orang memaksa masuk untuk naik ke panggung namun berhasil dihalau dan dihalang-halangi oleh petugas pengamanan baik dari TNI maupun Polri khususnya Polsek Kepulauan Seribu Utara yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kepulauan Seribu Utara AKP Fredy Yudha Satria.
Kapolsek Kepulauan Seribu Utara langsung mengambil tindakan tegas untuk mengamankan lokasi dan memanggil koordinator kedua kelompok tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.
"Kami langsung panggil kedua koordinator kelompok tersebut untuk dilakukan pemeriksaan dan mediasi permasalahan agar tidak meluas serta berdampak pada sitkamtibmas jelang Pemungutan suara Pilkada 2017," ujar Fredy
Menurut ketua/koordinator salah satu kelompok pendukung bahwa awalnya peringatan Isra Mi'raj dan pengajian kenapa ada unsur kampanyenya, sebelumnya telah ada musyawarah bahwa ini kegiatan Tabligh Akbar bukan kampanye "Acara sengaja akan kami hentikan dan dibubarkan karena sudah tidak sesuai dengan tujuan awal, apabila ini ijinya adalah tabligh akbar kenapa ada unsur kampanye," ujar salah satu koordinator kelompok.
Fredy menambahkan, Mari kita selesaikan secara musyawarah kita jaga sitkamtibmas agar kondusif hingga pelantikan nanti, bila ingin melakukan pengaduan dan melaporkan pelanggaran sudah ada wadah dan lembaganya masing-masing, bila memenuhi unsur pidana akan kami laporkan ke Gakkumdu namun sebelumnya koordinasikan dengan Panwas apa ada unsur Pidana/pelanggaran pemilunya
"Setelah kejadian ini kami berharap agar masing-masing warga masyarakat mampu meredam maupun mengendalikan emosi dan tidak mudah terpancing serta terprovokasi oleh berita negatif/miring yang belum tentu benar dan terpercaya,"pungkasnya
(Humas Res KS)
Pengajian dimulai pada pukul 13.00 Wib diawali dengan pembukaan yang dilakukan oleh ketua panitia Buang Busyarif dan sambutan oleh tokoh agama setempat Ust. Wilin, dalam sambutanya ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia (GMJ) yang telah menggelar acara Tabligh Akbar serta menyampaikan beberapa ajakan dan himbauan kepada warga terkait Pilkada DKI 2017 Jakarta
Pengajian dilanjutkan dengan ceramah terkait Isra Mi'raj "Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW", disela sela-sela ceramahnya Ust. Alfian Tanjung, berkesempatan mengajak seluruh hadirin yang hadir untuk memilih dan dan memenangkan salah satu paslon tertentu pada pemungutan suara yang berlangsung pada tanggal 19 April 2017
Namun, belum beberapa saat ceramah berlangsung datang rombongan warga pendukung paslon tertentu berjumlah sekitar 30 orang memaksa masuk untuk naik ke panggung namun berhasil dihalau dan dihalang-halangi oleh petugas pengamanan baik dari TNI maupun Polri khususnya Polsek Kepulauan Seribu Utara yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kepulauan Seribu Utara AKP Fredy Yudha Satria.
Kapolsek Kepulauan Seribu Utara langsung mengambil tindakan tegas untuk mengamankan lokasi dan memanggil koordinator kedua kelompok tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.
"Kami langsung panggil kedua koordinator kelompok tersebut untuk dilakukan pemeriksaan dan mediasi permasalahan agar tidak meluas serta berdampak pada sitkamtibmas jelang Pemungutan suara Pilkada 2017," ujar Fredy
Menurut ketua/koordinator salah satu kelompok pendukung bahwa awalnya peringatan Isra Mi'raj dan pengajian kenapa ada unsur kampanyenya, sebelumnya telah ada musyawarah bahwa ini kegiatan Tabligh Akbar bukan kampanye "Acara sengaja akan kami hentikan dan dibubarkan karena sudah tidak sesuai dengan tujuan awal, apabila ini ijinya adalah tabligh akbar kenapa ada unsur kampanye," ujar salah satu koordinator kelompok.
Fredy menambahkan, Mari kita selesaikan secara musyawarah kita jaga sitkamtibmas agar kondusif hingga pelantikan nanti, bila ingin melakukan pengaduan dan melaporkan pelanggaran sudah ada wadah dan lembaganya masing-masing, bila memenuhi unsur pidana akan kami laporkan ke Gakkumdu namun sebelumnya koordinasikan dengan Panwas apa ada unsur Pidana/pelanggaran pemilunya
"Setelah kejadian ini kami berharap agar masing-masing warga masyarakat mampu meredam maupun mengendalikan emosi dan tidak mudah terpancing serta terprovokasi oleh berita negatif/miring yang belum tentu benar dan terpercaya,"pungkasnya
(Humas Res KS)

