polreskepulauanseribu.com - Bhabinkamtibmas Pulau Pari, Polsek
Kepulauan Seribu Selatan, Brigadir Khoim Choviv
memberikan arahan kepada wisatawan yang akan melakukan snorkeling di
Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Snorkeling adalah kegiatan berenang atau menyelam yang dilakukan
dipermukaan laut dengan menggunakan alat bantu pernapasan berupa snorkel
(selang berbentuk J) dan sebuah masker yang berfungsi untuk melindungi
mata serta hidung dari air. Untuk menambah daya dorong pada kaki, para
penyelam biasanya memakai kaki katak (fins). Bagi yang kurang pandai
berenang tidak perlu khawatir karena anda bisa memakai pelampung.
Maka dari itu, Bhabinkamtibmas pulau Pari Polsek Kepulauan Seribu Selatan, Brigadir Khoim Chovivi perlu memberikan beberapa arahan
ataupun himbauan kepada para peserta snorkling, demi keamanan dan
keselamatan. Inilah himbauan yang diberikan kepada peserta snorkling :
1. Jangan snorkeling sendiri, jangan jauh-jauh dari teman.
Saking asyiknya kadang membuat kita terpisah jauh dari teman. Jika hal
ini terjadi, segeralah kembali. Adanya teman disamping anda sangat
berguna jika ada kesulitan atau sesuatu hal yang tidak diinginkan
terjadi.
2. Cek terlebih dahulu kondisi peralatan.
Cek terlebih dahulu sebelum anda menggunakan masker, snorkel maupun
fins. Pakailah masker yang ukurannya pas agar tidak mudah kemasukan air.
Gunakan masker dan snorkel yang masih bagus serta tidak bocor, retak
atau robek. Gunakan kaki katak yang masih lentur dan pas dengan ukuran
kaki anda agar nyaman dan tidak terlepas selama digunakan.
3. Gunakan masker dengan benar.
Saat memasang masker, pastikan tidak ada rambut ataupun benda lainnya
yang terselip diantara karet masker dengan kulit. Tekanlah masker
sehingga rapat dan vakum. Pasang tali masker dengan pas, sebaiknya
jangan terlalu kencang ataupun terlalu longgar. Untuk mencegah timbulnya
embun, oleskan sedikit pasta gigi atau sabun bayi pada masker.
4. Biasakan bernafas dengan snorkel.
Sebelum masuk ke dalam air sebaiknya anda berlatih membiasakan diri
bernafas dengan mulut melalui snorkel. Tarik dan hembuskan udara secara
pelan-pelan dan teratur melalu mulut. Pertama mungkin sedikit sulit tapi
lama-lama anda akan terbiasa.
5. Buat senyaman mungkin di dalam air.
Mulailah mengangkat kaki dari dasar dan posisikan tubuh telungkup
menghadap ke bawah, buka tangan dan kaki sedikit lebar agar anda
mengapung diatas air. Bernafaslah melalui mulut.
6. Perhatikan keadaan sekitar.
Keindahan alam bawah laut kadang membuat kita terlena dan membuat kita
kurang waspada. Tetaplah perhatikan kedaan sekitar, perhatikan perubahan
arus gelombang laut untuk menghindari arus yang kencang. Perhatikan
teman anda, jangan sampai terpisah. Perhatikan tempat berpijak jika kita
ingin berhenti sejenak, jangan sampai menginjak karang atau bulu babi.
7. Masker & Snorkel Clearing.
Saat snorkeling kadang ada air yang merembes masuk ke dalam masker, ini
cukup mengganggu. Untuk membersihkannya anda tidak perlu melepas masker.
Tetaplah berada di dalam air, tarik nafas panjang melalui mulut lalu
hembuskan kuat-kuat melalui hidung sehingga udara bercampur air yang ada
dalam masker keluar. Jika air masuk ke dalam saluran snorkel, hembuskan
nafas kuat-kuat melaui mulut agar air keluar melalui filter snorkel di
depan mulut, kemudian bernafaslah dengan mulut seperti semula.
8. Jangan panik.
Jangan panik, tetaplah tenang. Kepanikan hanya akan membuat anda
melakukan gerakan-gerakan tidak perlu yang membuang energi dan
berbahaya. Jika masker atau snorkel anda kemasukan air, lakukanlah
teknik clearing dengan tetap tenang. Jika anda mengalami kesulitan,
tetaplah tenang dan mintalah teman anda untuk membantu.
9. Nikmati keindahan bawah laut dengan tetap menjaganya.
Itulah beberapa himbauan yang diberikan Bhabinkamtibmas Pulau Pari Polsek Kepulauan Seribu Selatan, Brigadir Khoim Chovivi.
(Humas Polres Kepulauan Seribu)
