Polreskepulauanseribu.com - Sebanyak 15 pasang finalis Abang dan None Kepulauan Seribu mengikuti pembinaan tentang wawasan kebangsaan di Pulau Karya, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha (TU) Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, Hj. Neneng Rohaeni mengatakan, wawasan kebangsaan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan rasa bangga berbangsa Indonesia.
"Ini untuk mencegah kejadian seperti artis ZG. Dan agar mereka bangga menjadi bangsa Indonesia juga duta pariwisata Kepulaun Seribu," ujarnya, Sabtu (18/03/2017).
Sementara itu, Kepala Satuan Pembinaan Masayarakat (Kasat Bimas) Polres Kepulauan Seribu IPTU Zuhri Mustofa, SH mengatakan, pihak kepolisian khususnya Polres Kepulauan Seribu dalam hal ini diminta untuk memberikan penyuluhan terkait kedisiplinan, bela negara dan pemahaman tentang pondasi negara kita yaitu pancasila.
"Ini untuk mencegah kejadian seperti artis ZG. Dan agar mereka bangga menjadi bangsa Indonesia juga duta pariwisata Kepulaun Seribu," ujarnya, Sabtu (18/03/2017).
Sementara itu, Kepala Satuan Pembinaan Masayarakat (Kasat Bimas) Polres Kepulauan Seribu IPTU Zuhri Mustofa, SH mengatakan, pihak kepolisian khususnya Polres Kepulauan Seribu dalam hal ini diminta untuk memberikan penyuluhan terkait kedisiplinan, bela negara dan pemahaman tentang pondasi negara kita yaitu pancasila.
"Sebagai pondasi jangan sampai mereka tidak paham, termasuk pancasila dan cinta tanah air. Abnon harus bisa membawa misi kebangsaan, misi bela negara dan pariwisata," tandasnya.
Kanit Binkamsa Polres Kepulauan Seribu IPDA Tunari menambahkan, Generasi muda adalah penerus bangsa yang harus dijaga dan dibentuk rasa nasionalisme mereka terhadap bangsa dan negaranya. Sehingga budaya, pola pikir, tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang datangnya dari luar dan saat ini bermunculan melalui informasi yang disampaikan melalui media sosial.
"Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, wawasan kebangsaan merupakan hal yang sangat penting untuk ditanamkan bagi generasi muda khususnya pelajar/remaja sebgai proses dalam pembentukan sikap moral agar memiliki kecintaan terhadap tanah airnya dalam memelihara kesinambungan perjalanan kehidupan bangsa, serta terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Humas Res KS)

